Menjadikan Ridha Suami Sebagai Peranti Menuju Surga

Artikel

Menjadikan Ridha Suami Sebagai Peranti Menuju Surga

ridha suami

Maukah aku beritahukan kepadamu siapa di antara istri-istrimu yang kelak akan menjadi ahli surga? Mereka menjawab, ‘Mau, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Seorang istri yang melimpah kasih sayangnya dan banyak anaknya. Jika dia berbuat zalim atau menjadi sasaran perbuatan zalim, dia berkata (kepada suaminya), ‘Ubun-ubun berada di tanganmu, aku tidak akan merasakan tidur nyenyak sampai engkau meridhaiku.’” (HR Thabrani dan Daruquthni)

Wanita ahli surga akan selalu menjadi dambaan setiap pria yang shaleh. Karenanya, ketika Rasulullah Saw. melontarkan pertanyaan kepada para sahabat, “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang istri-istrimu yang kelak akan menjadi ahli surga?”

Mereka dengan antusias menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.”

Beliau pun menjelaskan bahwa wanita ahli surga adalah seorang istri yang memiliki kasih sayang yang melimpah, melahirkan banyak anak, dan senantiasa menjadikan ridha suami sebagai peranti menuju surga. Rumah tangga ahli surga, sama dengan rumah tangga pada umumnya, tidak steril dari tindak kezaliman, baik dari pihak suami maupun dari pihak istri. Hanya saja, wanita ahli surga selalu berhasil meredam kezaliman itu dengan tindakan yang sangat menakjubkan. Dia mendekati suaminya dengan penuh kepasrahan seraya berkata, “Ubun-ubunku berada di tanganmu, aku tidak akan merasakan tidur nyenyak sampai engkau meridhaiku.”

Maukah aku beritahukan kepadamu siaoa di antara istri-istrimu yang kelak akan menjadi ahli surga?”

Penggalan hadits tersebut mengisyaratkan bahwa dengan menikah, seorang wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi ahli surga. Hal itu disebabkan beberapa faktor berikut ini.

  1. Pelayanan Maksimal untuk suami adalah jalan menuju surga

Seorang istri yang berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada suaminya memiliki peluang besar untuk menjadi ahli surga.

Dari Hushain bin Mihshan bahwa bibinya pernah mendatangi Rasulullah Saw. untuk suatu keperluan. Setelah selesai dari keperluannya, Rasulullah Saw. bertanya kepadanya. ‘Apakah kamu sudah bersuami?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya, ‘Bagaimana sikap kamu terhadapnya?’ dia menjawab, ‘Aku senantiasa mengerahkan seluruh tenagaku untuknya kecuali jika aku tidak mampu melakukannya.’ Beliau bersabda, ‘Perhatikanlah di mana posisimu dari suamimu karena sesungguhnya dia adalah surga dan nerakamu.’” (HR Ahmad)

  1. Ibadah orang yang sudah menikah akan dilipatgandakan pahalanya

Wanita yang sudah menikah akan dilipatgandakan pahala ibadahnya sehingga lebih berpeluang untuk menjadi ahli surga. Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut,

Seburuk-buruk orang di antara kamu adalah orang-orang yang membujang. Dua rakaat dari orang yang sudah berkeluarga lebih baik daripada tujuh puluh rakaat dari orang yang tidak berkeluarga.” (HR Ibnu Adi)

Baca juga : Seorang Wanita adalah Pemimpin Rumah Tangga

  1. Sifat-sifat wanita ahli surga akan muncul pada diri wanita setelah menikah

Dengan menikah, akan muncul pada diri wanita sifat-sifat keunggulan yang mengantarkan pemiliknya ke surga. Di antara sifat-sifat itu adalah kecintaan yang besar kepada suami, kesiapan dan kesabaran dalam memiliki banyak anak, dan kepasrahan kepada suami demi meraih ridhanya. Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut,

Maukah kamu akau beritahukan kepadamu siapa di antara istri-istrimu yang kelak akan menjadi ahli surga? Dia adalah seorang istri yang banyak kasih sayangnya, banyak anaknya, dan mudah kembali kepada suaminya. Apabila berlaku zalim, dia berkata, ‘Tanganku ini sudah berada di tanganmu, aku tidak akan merasakan tidur nyenyak sampai kamu meridhaiku.’” (HR Ad Daruquthni)

  1. Menikah lebih berpeluang menjadi ahli surga

Dengan menikah, kamu wanita lebih berpeluang menjadi ahli surga. Jadi, tidak sepatutnya jika seorang wali atau orang tua menghalangi-halangi putrinya untuk menikah ketika sudah ada pemula shaleh yang meminangnya. Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut :

Apabila seorang yang kamu ridhai agama dan akhlaknya telah melamar putrimu, nikahkanlah. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka Bumi dan kerusakan yang besar.” (HR At Tirmidzi)

Leave a Reply