Masalah-Masalah dalam Wudhu

Artikel

Masalah-Masalah dalam Wudhu

masalah dalam wudhu

Wudhu secara bahasa adalah pecahan dari kata al wadho’ah yang artinya baik dan suci. Secara syar’a, menggunakan air pada empat anggota tubuh kita, yaitu wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki, didasari oleh sifat yang telah dikhususkan oleh syar’a.

Allah Swt. berfirman,“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kaskus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS Al Ma’idah : 6)

Berikut ini adalah masalah-masalah dalam wudhu yang perlu diketahui, diantaranya :

  1. Mengusap sepatu saat wudhu

Mengusap sepatu dengan tangan yang sudah dibasahi dengan air sebagai pengganti mencuci kaki dalam berwudhu adalah sebuah bentuk ruhshah dan ibadah yang disayariatkan. Rasulullah saw. sendiri pernah melakukannya.

Dikisahkan oleh Al Mughirah bahwa dia pernah melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. ketika hendak melaksanakan shalat, beliau mengambil wudhu dengan membasuh muka, kedua tangan, dan mengusap kepala. Al Mughirah pun menjulurkan tangan ke arah sepatu Rasulullah saw. untuk melepaskannya agar kedua kaki beliau dapat dibasuh. Namun, beliau mencegahnya dan bersabda, “Biarkan saja.” Beliau hanya mengusap kedua sepatu itusebagai ganti dari membasuh kedua kaki.

Dalam keadaan musafir, peraturan ini bisa berlaku tiga hari tiga malam lamanya. Pada saat bermukim, masa berlakunya usapan pada sepatu itu adalah sehari semalam atau 24 jam yang permulaannya dihitung sejak saat mengusap dalam perjalanan atau ketika bermukim.

  1. Mengangkat dan membasuh kaki di wastafel

Di tempat-tempat tertentu, khususnya di negara-negara nonmuslim, kita harus berhati-hati saat berwudhu agar tidak mengangkat kaki ke wastafel. Hal semacam ini bisa dianggap kampungan dan melanggar kesopanan. Jadi, solusinya, diperbolehkan bagi kita untuk hanya mengusap permukaan atas sepatu saja sebelum memakai sepatu setelah berwudhu.

  1. Mengusap pembalut atau perban

Untuk pembalut luka, cukup diusap dari dua hadats, baik kecil maupun besar. Bahkan, jika mengusap pembalut itu dapat membahayakan, kita tidak perlu melakukannya dan dapat menggantinya dengan tayamum. Akan tetapi, anggota tubuh lain yang sehat harus dibasuh air.

Baca juga : Syarat Diterimanya Suatu Doa

  1. Mengusap Jilbab

Sama kasusnya dengan mengusap sepatu, perempuan yang mengenakan jilbab pun tidak perlu membuka jilbabnya. Dia cukup membasuh muka lalu mengusap jilbab yang menutupi rambut, asalkan sebelumnya sudah sempat berwudhu terlebih dahulu.

Sumber : Ibadah Muslim Kosmopolitan, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl

Leave a Reply